BUMDES RIAM PANJANG MENDATANGI P3M UNTUK BELAJAR MEMBUAT KOMPOS

Laporan KIM Entugan Hulu
A.Hartawansyah Praniansyah

Informasi suhaid. Pusat Pelatihan dan Pengembangan Masyarakat (P3M) mendapatkan kunjungan dari anggota bumdes desa riam panjang kecamatan pengkadan yang juga merupakan bagian dari kelompok tani. Tujuan kunjungan tersebut adalah pelatihan pembuatan kompos untuk bumdes dan kelompok tani riam panjang . Pelatihan berlangsung selama 2 hari yaitu tanggal 14 s/d 15 agustus 2019 di P3M.

Anggota bumdes dan kelompok tani riam panjang yang hadir sebanyak 7 orang sangat aktif mengikuti pelatihan itu, mulai dari pemaparan materi tentang kompos sampai praktek langsung membuat kompos bahkan didampingi penyuluh pertanian dari kecamatan pengkadan.

Albar Usmandi mengapresiasi langkah yang diambil bumdes riang panjang.

“kami mengapresiasi bumdes dan kelompok tani riam panjang yang mempercayakan kami sebagai tempat pelatihan pembuatan kompos, dan kami secara maksimal memberikan pengetahuan dalam membuat kompos, baik itu secara teori maupun praktek, ” ungkapnya (15/08/2019).

Manager P3M, Momon Hermansyah berharap agar pelatihan ini dapat diaplikasi didesa riam panjang.

” kami berharap, apa yang sudah didapatkan dalam pelatihan ini agar diaplikasi oleh bumdes dan kelompok tani nantinya sehingga kompos bisa menjadi nilai tambah untuk bumdes dan masyarakat.” tutupnya.

Pupuk kompos adalah salah satu jenis pupuk yang dibuat untuk memberikan nutrisi bagi tanaman, pupuk ini juga biasa disebut dengan pupuk organik. Pupuk ini merupakan pupuk buatan yang bahan pembuatannnya didapat dari berbagai sisa bahan organik seperti tanaman maupun hewan.

Untuk melakukan pengomposan, bisa dilakukan secara aerobik yakni menggunakan perpaduan oksigen dan mikroorganisme atau anaerobik yaitu dalam pembuatannya tidak memerlukan oksigen. Produk akhir melalui penguraian ini kemudian disebut dengan pupuk kompos.

Sedangkan yang dimaksud dengan proses pengomposan merupakan proses yang terjadi ketika bahan organik diuraikan secara biologis, dalam hal ini yang melakukan penguraian adalah mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan organik tersebut sebagai sumber energinya.