Adu Kreativitas di Lomba Pionering

By. KIM Juragan.

Putussibau – Para pembina pramuka melahirkan generasi yang memiliki kreativitas. Salah satunya, kreativitas dalam menggunakan tali temali, dan tongkat pramuka, dalam keadaan darurat yang disebut Pionering.

Lomba Pionering mengisi rangkaian kegiatan Raimuna cabang dan hari Ulang Tahun Pramuka ke-58 dilaksanakan dari tanggal 14-17 Agustus 2019 diadakan oleh Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Kapuas Hulu di Bumi Perkemahan Alambhana Wanawai Komplek Kodim 1206 Putussibau.

Beragam desain pionering di ajang kreativitas yang diikuti oleh 15 Kecamatan dari 23 kecamatan yang ada di bumi Uncak Kapuas.

Ada yang berbentuk bintang, kalajengking, kapal layar, burung garuda, jembatan gantung, dan lain-lain. Semuanya tampak indah. Namun, tak sekedar indah yang dinilai.

“Yang dinilai adalah, ikatan, kekuatan, kreativitas dan kerapian para peserta lomba. Selain itu, kami ingin melihat sejauh mana keberhasilan pembinaan kepramukaan dari masing-masing cabang di Kapuas Hulu.” Ujar Isnaini Indra Gunawan, koordinator bidang kegiatan.

Sembari menilai hasil kreativitas peserta, Isnaini yang akrab disapa ayah ini, memberi masukan dan sharing kepada peserta.

Ia mengatakan, fungsi ikatan adalah untuk menguatkan bangunan yang dibuat. Mutlak yang harus dilakukan dalam pioneering yaitu ikatan silang dan talang.

Ikatan silang diunakan untuk menyatukan dua buah tongkat yang membentuk sudut 45 derajat, sedangkan ikatan talang digunakan untuk mengikat dua buah tongkat atau benda yang membentuk sudut 90 derajat.

Sementara itu, Kak Imas, pendamping dari Kwartir Cabang Hulu Gurung, Kecamatan Hulu Gurung mengatakan, mereka siap mengikuti ajang giat prestasi ini. Mereka yang diikut sertakan adalah yang memiliki keterampilan, seperti membuat tehnik pionering, dan tahan banting.

Sedangkan Nur Rohmah, Pendamping dari Kecamatan Silat Hilir mengungkapkan, meskipun mendadak, dan sempat mengalami beberapa kendala, tapi ia dan anggota penegak yang terdiri dari delapan putra dan dua belas putri, tetap berangkat dengan niat, dan bekal semangat.

Selain lomba pionering, juga diadakan masak, masak rimba, dan kegiatan-kegiatan wawasan lainnya. (Ria).