Antisipasi Karhutla, Wabup Kapuas Hulu Hadiri Pertemuan dengan Presiden

Presiden RI Ir. Joko Widodo mengundang para kepala daerah se Indonesia untuk membahas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang masih terjadi disejumlah wilayah. Wakil Bupati Kapuas Hulu, Antonius L. Ain Pamero turut hadir dalam pertemuan itu, belum lama ini.

Wabup menuturkan ada beberapa arahan yang ditegaskan Presiden Joko Widodo terkait Karhutla.

“Beberapa kepala daerah diundang Presiden terkait Karhutla, salah satunya Kapuas Hulu dan memang ada beberapa poin arahan Presiden,” kata Wabuo Antonius L. Ain Pamero, Kamis (8/8).

Disampaikan Antonius, dalam pertemuan itu sejumlah arahan Presiden diantaranya agar diprioritaskan pencegahan melalui patroli dan deteksi dini, penataan ekosistem gambut agar gambut tetap basah.
Kemudian, sesegera mungkin padamkan api bila ada api dan lakukan pemadaman sebelum api membesar, serta tingkatkan langkah penegakan hukum sudah baik dan terus tingkatkan serta konsisten.”Beberapa poin itu menjadi atensi Pak Presiden,” kata Antonius.

Selain itu, kata Antonius, Presiden Jokowi juga menyampaikan agar Karhutla pada tahun 2015 tidak terulang lagi, dimana pada saat itu ada sekitar 2,6 juta hektare dengan kerugian Rp221 triliun, Karhutla terjadi hampir di semua provinsi di Indonesia.

Tahun 2016 hingga 2019, jumlah hotspot menurun tetapi tahun 2018 mengalami peningkatan, jangan sampai hal tersebut terjadi dan jumlah hotspot harus turun setiap tahun.

Yang paling penting disampaikan juga oleh pak Jokowi yaitu pencegahan, jangan sampai api besar baru bingung memadamkannya, Babinsa dan Babinkantibmas harus cek langsung jika ada hotspot,” jelas Antonius.

Ditambahkan Antonius, tahun ini menurut presiden asap ada lagi mengganggu negara tetangga, hal tersebut segera diselesaikan sehingga kita tidak malu dengan negara tetangga.”Jadi beberapa poin itu yang disampaikan Pak Jokowi, tentu itu menjadi perhatian dan tanggungjawab kita bersama,” ucap dia.

Antonius mengatakan untuk di Kapuas Hulu, sudah mengambil langkah sesuai arahan presiden bahkan tim gabungan Satgas Karhutla sudah di sebar di beberapa titik rawan. “Jika pun ada hotspot di Kapuas Hulu itu karena saat ini musim membakar ladang, yang sifatnya tidak akan lama paling satu hingga dua jam saja,” jelas Antonius.

Antonius berharap tidak ada lagi hotspot atau Karhutla selepas musim bakar ladang. “Saya minta masyarakat benar – benar menjaga, karena memang Karhutla itu berdampak luas terutama terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesehatan,” tuntasnya. (yohanes/rilis Humpro Setda KH)