Remaja Punya Kewajiban Mencegah HIV/AIDS

Selaku generasi muda penerus bangsa, remaja diharapkan mampu membentengi dirinya dari tingkah laku yang tidak baik dan menyimpang. Remaja merupakan masa yang manis dan penuh dengan keindahan, tapi ingat disekeliling kita ada bahaya yang selalu mengincar. Bahaya itu disebut HIV/AIDS.

Sebagai seorang remaja, kita punya kewajiban untuk membantu menurunkan jumlah penderita HIV/AIDS demi terciptanya masyarakat yang sehat. Peran remaja di antaranya adalah mencari informasi tentang HIV/AIDS dan menginformasikannya pada teman lain, memberikan dukungan moral pada penderita HIV/AIDS untuk berobat, tidak melakukan tindakan anarkis atau menjauhi penderita HIV/AIDS.

Indonesia menjadi salah satu negara yang termasuk dalam Kawasan Asia Pasifik. Kawasan ini menduduki peringkat ketiga sebagai wilayah dengan pengidap HIV/AIDS terbanyak di seluruh dunia dengan total penderita sebanyak 5,2 juta jiwa. Indonesia menyumbangkan angka 620.000 dari total 5,2 juta jiwa di Asia Pasifik yang terjangkit HIV/AIDS.

HIV singkatan dari Human Immunodefisiensi Virus, yaitu suatu virus yang dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh manusia. Sedangkan AIDS singkatan dari Acquered Immuno Defisiensy Syndrom, merupakan kumpulan penyakit yang disebabkan oleh turunnya kekebalan tubuh.
Tanda dan gejalanya dapat dilihat dari masuknya HIV sampai dengan AIDS, ada empat perubahan yang terjadi, disebut fase. Fase pertama, belum terdeteksi jika periksa darah, masih belum terdapat keluhan, terjadi selama 1-6 bulan.

Fase kedua, infeksi ringan yang berulang, seperti: ruam kulit, diare, infeksi saluran atas, berat badan turun < 10%, dapat menularkan ke orang lain, terjadi selama 2-10 tahun. Fase ketiga, terjadi infeksi yang lebih parah, seperti Pneumonia, Meningitis. Diare kronik, demam, TB Paru. Berat badan turun > 10%. Fase keempat disebut AIDS Infeksi parah, seperti diare parah, TB diluar Paru, Kanker kulit. Tidak dapat beraktivitas/ bergerak.

HIV berada di dalam tubuh manusia, HIV juga terdapat di darah, cairan sperma, cairan vagina, air susu Ibu/ ASI. Cara penularannya dengan cara melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang sudah terinfeksi dan jarum suntik yang sudah tercemar HIV, penggunaan jarum suntik yang sudah tercemar HIV, Ibu hamil yang sudah terinfeksi pada bayinya, dan transfusi darah yang sudah tercemar HIV.

Berikut adalah pernyataan yang salah tentang HIV/AIDS. HIV/AIDS dapat ditularkan lewat udara, air, bersin, batuk, ludah. Makan bersama-sama. Bersalaman, bersentuhan, bertukaran pakaian, gigitan nyamuk, serangga. Tinggal serumah, mandi bersama-sama dalam satu kolam.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan, untuk mencegah terjadinya penularan HIV/AIDS. Di antaranya: tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah, mencari info tentang HIV/AIDS, mendiskusikan tentang HIV/AIDS, tidak menggunakan narkotika dan obat terlarang (khususnya suntikan), aktif dalam kegiatan yang positif, tingkatkan keimanan dan ketaqwaan.

Pengobatan HIV/AIDS belum bisa diobati, tetapi hanya dapat dihambat atau diperlambat perkembangannya. (Ria).