Perjuangan Asesor Asal Kapuas Hulu Dalam Visitasi Untuk Akreditasi PAUD

Laporan KIM Entugan Hulu
A.Hartawansyah Praniansyah

Informasi Pendidikan. Satuan pendidikan mulai pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar dan menegah, hingga perguruan tinggi (PT), semakin menyadari pentingnya akreditasi. Pendidikan nonformal (PNF) dalam berbagai bentuknya, seperti Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP), Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), juga menjadikan akreditasi sebagai mekanisme penjaminan mutu. Untuk melaksanakan tugas akreditasi PAUD dan PNF, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membentuk Badan Akreditasi Nasional (BAN) PAUD dan PNF.

Visitasi enam lembaga PAUD untuk akreditasi tahun 2019 dilaksanakan di Kabupaten Sekadau Pada tanggal 22 s/d 27 Juli 2019 proses visitasi enam lembaga PAUD dikabupaten sekadau untuk akreditasi tahun 2019 berjalan dengan baik.

Enam lembaga PAUD tersebut yakni : PAUD akarsa di desa semabi kec. Sekadau Hilir, PAUD Kasih Bunda didusun empering, PAUD Permata Hati di Dusun tridarma blok enam desa Menterap, PAUD Kasih Sayang Anak di desa Empering, PAUD Ceria di desa boti susun Tapang birah, dan PAUD Bunda di desa boti dusun Roca. Visitasi tersebut dilakukan oleh dua Asesor yakni : Suryati, S. Pd. AUD berasal dari kabupaten Kapuas Hulu dan Suhartini, S. Pd. AUD berasal dari kabupaten Sanggau.

Dikonfirmasi melalui WhatsApp, Suryati S.Pd menceritakan perjalanan yang ditempuh saat visitasi.

“Kami melakukan visitasi menggunakan sepeda motor, dari enam lembaga yang kami kunjungi lokasi yang paling dekat adalah Paud Permata Hati Desa Menterap Dusun Tridarma dengan jarak tempuh sekitar 5 km melewati jalur perkebunan sawit dengan medan turun naik bukit dan jalan sangat licin jika hujan, serta kondisi gedung paud sudah setengah tua yaitu menumpang di lubung padi milik desa sehingga fasilitas masih apa adanya. Selanjutnya perjalan ke PAUD Akarsa kami harus menyeberangi sungai dengan menggunakan kapal penyeberangan dengan jarak tempuh sekitar 1 jam dengan kondisi jalan berlumpur dan sangat beresiko kecelakaan.” ungkap perempuan yang disapa Bu Suryati.

Sebagaimana diketahui bahwa Perjalanan ke Paud Kasih Bunda sudah lumanyan baik karena masuk daerah perkebunan sawit tanpa melewati bukit dan jarak tempuh sampai ke lokasi sekitar 2 jam. Untuk menuju ke PAUD Kasih Sayang Anak dengan jarak tempuh 3 jam, musim penghujan seperti ini dengan kondisi jalan berbatu dan turun naik bukit bahkan penuh lumpur tidak menghentikan semangat asesor tersebut.

Banyak hal yang menjadi terhambatnya perjalanan sehingga tidak bisa tiba pada target sebelumnya menuju PAUD Ceria dengan jarak tempuh sebenarnya 2 jam, namun karena hujan dan licinnya medan sehingga jarak tempuh mencapai 4 jam, bahkan untuk tiba disana juga harus melewati jembatan gantung yang sudah sangat tua banyak lantai berlobang dan sebenarnya tidak layak untuk dilewat ukuran kendaraan.

Suryati menambakan, Kami terpaksa meminta bantuan warga yang lewat untuk mendorong motor dan setiap 5 menit tanah harus dibuang dari roda motor agar bisa berjalan dengan baik. Sedangkan Perjalan menuju PAUD Bunda Desa Boti Dusun Roca ini yang terakhir kami kunjungi termasuk jalan yang paling ekstrim, dengan hanya melalui jalan setapak, kondisi rusak, licin dan berlumut, serta turun naik bukit posisi miring sehingga sangat membahayakan pemotor, bisa tergelincir bahkan jatuh ke sungai.

Semoga pemerintah desa lebih memperhatikan kondisi jalan agar akses menuju desa atau dusun tersebut mudah dilalui oleh masyarakat setempat. Selain itu, insentif tutor paud agar lebih layak dan tentunya dapat memotifasi tutor dalam menjalankan tugas mendidik dan mengasuh anak usia dini.” tutupnya.

Asesor dari Kabupaten Sanggau, Suhartini, S.Pd. AUD juga menambahkan, ”Saya Sangat bangga dan memberikan apresiasi yang tinggi terhadap Enam lembaga yang kami visitasi ini, walaupun jarak tempuh dari Kabupaten Sekadau lumayan jauh, dan medan yang sulit tapi lembaga dengan penuh semangat mau mengajukan untuk di Akreditasi, artinya lembaga – lembaga ini juga berharap ingin ada perubahan dalam proses pembelajaran di lembaganya untuk dapat dikatakan Layak berdasarkan 8 SNP.

Jadi dengan adanya akreditasi ini semoga dapat meningkatkan mutu pendidikan di Lembaganya, untuk itu harapan saya pemerintah khususnya dinas pendidikan bisa menfasilitasi pendidik – pendidik Paud ini yang rata -rata hanya lulusan SMA untuk di ikutkan pelatihan atau diklat dasar PAUD secara gratis untuk meningkatkan kompetensi dan wawasan pendidik yang relevan dengan bidang Paud.”ungkapnya dengan nada penuh haru.

Semoga Visitasi ini tidak hanya bagian dari penilain mutu pendidikan, tapi juga menjadi motivasi bagi tutor disemua lembaga khususnya PAUD se Indonesia.